Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, LPBI NU Gresik Terjunkan Tim Monitoring

0
75
Monitoring Penerima Bantuan LPBI NU

GRESIK | NUGres – Pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim, Social Emergency Response Nahdlatul Ulama (LPBI SER NU) Gresik, menerjunkan tim monitoring untuk memastikan bantuan yang diberikan kepada penyintas dampak banjir tepat sasaran, Senin (23/01/2023).

Sebelumnya, PC LPBI NU Gresik bekerja sama dengan CRS dalam program R2R Projects untuk memberikan bantuan kepada penyintas dampak banjir kab Gresik tepatnya di Desa Munggugianti, pada Kamis (12/1/2023).

Solihul Fathoni selaku Ketua LPBI NU Gresik menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan itu adalah bagian dari mengawal program yang sudah dilakukannya bersama dengan lembaga sosial CRS (Catholic Relief Services).

“Tim monitoring ini melakukan sampling kepada penerima manfaat bantuan dana ke rumah-rumah warga. Dari 100 orang penerima dana, hanya 25 orang yang dilakukan verifikasi.” kata Sholihul Fathoni.

Selain itu kata pria yang kerap disapa dengan Cak Toni ininmenjelaskan bahwa dana yang diberikan dalam propram R2R projects ini bersumber dari CRS (Catholic Relief Services). Lebih lanjut, beberapa kriteria penerima manfaat penyintas dampak banjir kab Gresik itu adalah warga terdampak bencana alam, masyarakat kurang mampu, disabilitas dan lansia tidak produktif.

Simak Juga  LPBI NU Gresik Kerjasama Dengan Australia Perkuat Ketahanan Masyarakat Hadapi Covid-19

“Mereka bertugas wawancara untuk memastikan dana tersebut tersalurkan dengan tepat, tidak ada pemotongan dan bermanfaat bagi penerima manfaat,” imbuhnya.

Salah satu penerima manfaat yakni yaitu Yadji (63), warga Dusun Munggu, Desa Munggugianti Kecamatan Benjeng, mengatakan, dana bantuan Rp 500.000 sangat bermanfaat bagi keluarga. Sebab, uangnya untuk kebutuhan sehari-hari membeli sembako dan membeli obat-obatan.

“Karena saya sudah pensiun dan sakit stroke, sehingga uangnya kami gunakan membeli sembako untuk makan sehari-hari bersama keluarga, istri dan anak. Sisanya untuk membeli obat-obatan,” kata Yadji yang juga Pengurus Tagana Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, hal senada juga disampaikan Budiman (56), warga Dusun Munggu Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng. Pihaknya merasa bahagia karena telah mendapatkan bantuan ini.

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan dana kemarin. Uangnya sudah kami belikan beras, minyak goreng dan membeli obat. Sebab, saya sakit pengapuran tulang kaki,” kata Budiman. (Mudzakir)

Leave a reply