Pondok Al-Karimi Tebuwung Gerakkan Santri Infaq Koin Muktamar NU

0
1144

DUKUN | NUGres_Sejak pagi keramaian sudah terasa di lingkungan Yayasan Ponpes Al-Karimi Tebuwung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik yang akan menggelar gerakan amal Koin Muktamar NU bagi seluruh santri dan guru. Selasa, 28/1/2020.

Sebelum acara memasukkan Amplop yang berisi donasi infaq untuk Koin Muktamar, Guru dan siswa-siswi Pondok Al-Karimi memulai kegiatan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Shubbanul Wathan yang dipimpin Moh. Syafi’, dengan tujuan untuk membangkitkan semangat dan menanamkan akan cinta kepada tanah air atau Nasionalisme.

Kegiatan Koin Muktamar berlangsung di lapangan barat Pondok, seluruh lembaga di pesantren terlibat secara serentak mulai MI, MYs, SMP, MA, SMA, dan SMK, tak ketinggalan seluruh Guru dan karyawan Yayasan. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Ponpes Al-Karimi. Drs. KH Murtadlo Abdullah mengatakan, penanaman gemar infaq melalui gerakan Koin Muktamar ini momentum sangat penting untuk dilakukan, hal ini akan menjadi kebiasaan dan menjadi tarbiyah yang baik untuk siswa-siswi dan kita semua.

“Alhamdulillah gerakan koin muktamar ini bisa kita jadikan sebagai pembelajaran kepada siswa sejak dini untuk sebagai pembiasaan yang baik dalam kegiatan sosial yang lain,” ungkapnya.

Muktamar NU ini bukan tanggung jawab pengurus NU saja, sambung Murtadlo, melainkan juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga NU untuk terlibat ikut mensukseskan Muktamar yang akan datang di Lampung ke 34, tepatnya pada tanggal 22- 27 Oktober 2020.

Dalam pengumpulan infaq untuk Muktamar NU, terkumpul dana sebesar Rp. 7.236.000, dan dana itu nantinya akan langsung diserahkan ke tim Koin Lazisnu MWC NU Dukun.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Dukun, KH. Moh Sholeh mengatakan, kita tentu tak lupa dengan perjuangan Mbah Kyai Abd Karim yang juga pendiri Yayasan Ponpes Al–Karimi. Beliau adalah Kyai yang dengan gigihnya memperjuagkan NU dan Aqidah Ahlussunah waljamaah Annahdliyah di Kecamatan Dukun.

“KH. Abd Karim adalah teman baik Syaikhona Kholil Bangkalan, beliau sama-sama pernah nyantri di Mekkah. Untuk itu guru di Al-Karimi ini wajib untuk selalu mengajarkan Aswaja, tidak hanya guru aswaja saja, bahkan guru Matematika, Bahasa Inggris juga wajib memberikan penanaman ke-aswajaan kepada siswa siswi.” Imbuhnya.

Kontributor : Syafik Hoo

Editor : Ahmad Zain

Leave a reply