Pelantikan PAC Fatayat NU Gresik Hadirkan Kemenpora RI

1
604

KOTA | NUGres – Pimpinan Anak Cabang (PAC)​ Fatayat NU Kecamatan hari ini dilantik.​ Kegiatan ini disertai dialog​ ​ Interaktif dengan tema ‘Peran Kader Muda NU di Era Revolusi Industri 4.0, Menakar Peluang dan Tantangan’ bertempat Aula SMA NU 1 Gresik. Minggu, 23/2/2020.

Lagu mars Fatayar dan yel-yel kader menggema menyemangati pesertabyang memadati aula. Ketua Cabang Fatayat NU Gresik. Ainul Faradisa melantikan kepengurusan baru ini.

Dlam sesi dialog, tiga narasumber hadir diantaranya Ketua DPRD Gresik, Fandi Ahmad Yani, anggota DPRD Jatim​ dari PKB, Ufiq Zuroida, dan Kepala Bidang Keorganisasian dan Kepemudaan Kemenpora RI​.

Narasumber Dialog, Dari kanan; Abdulloh Masud, Ufiq Zuraida, Fandi Ahmad Yani, dan Moderator.

Ketua DPRD Gresik, Fandi Ahmad Yani menyampaikan kepada peserta untuk lebih meningkatkan distribusi di Pemerintahan yang akan kembali untuk kejayaan NU.R

“Rebut kekuasaan untuk masyarakat dengan turut partisipasi pengawalan pemerintah, tidak hanya berkaderisasi saja,” katanya.

Anggota DPRD Gresik termudah itu juga memberikan prinsip untuk bergerak maju menghadapi tantangan dan peluang di Revolusi industri 4.0. Berani mencoba dan berani berproses, sambung Yani.

“Data di Internet juga diinovasi di ruang-ruang Medsos Fatayat, dan memberi masukan kepada pemerintah melalui​ ​ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai​ ​ peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) bagi perempuan​ ” tambahnyaD

Disinggung soal kemiskinan dan pengangguran di Gresik, Yani menjelaskan bahwa pemerintah sudah punya Perda untuk penyerapan tenaga lokal sebesar 70 % agar bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

Ditambakan oleh​ anggota DPRD Jatim​, Ufiq Zuroida juga mendorong Fatayat NU punya program pemberdayaan dalam bidang kewirausahaan.

“Mau buat program terus tidak ada yang gerak ya sama saja. Di Jatim, Gubernur Khofifah menggalakkan program​ One pesantren, one produksi, ink bisa diterapkan oleh Fatayat di Gresik,” harapnya.

Dalam tantangan Revolusi 4.0, lanjut perempuan asal wringinanom ini, dengan serba dunia mayanya tidak lantas melepas dan memutus tali silaturahim antar warga nahdiyin.

“Meski dengan ketersekatan dunia maya tidak menjadikan silaturahim putus, karena itu budaya yang harus kita jaga,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Keorganisasian dan Kepemudaan Kemenpora RI, Abdullah Mas’ud menjelaskan pentingnya Perda untuk memperdayakan pemuda.​

“Di Gresik harus ada Perda kepemudaan dengan kota layak pemuda. Itu menjadi syarat dalam memberdayakan pemuda,” ujarnya.

Dikatakan oleh Mas’ud, pemberdayaan dunia pemuda malalui jaminan regulasi dan yang paling penting pengembangan kepemudaan berdasarkan​ UU 40 No 2009​itu meliputi bidang kepemimpinan, pelopor, dan kewirahusaan.

Iajuga mendorong Organisasi keagamaan yang termasuk mayoritas di Indonesia ini, NU bisa memberikan solusi untuk pambangunan bangsa dan negara.

Kontributor : Faiz

Editor : Ahmad Zain

1 comment

Leave a reply