Konfercab PMII Gresik Ke XVII Teguhkan Visi Pengabdian dan Kaderisasi Organisasi

0
199

GRESIK | NUGres – Demi menjaga kesinambungan kaderisasi pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gresik menghelat konferensi cabang (Konfercab) yang XVII.

Bertempat di aula PCNU Gresik, agenda tahunan tersebut mengambil tema “Teguhkan Pengabdian Organisasi PMII dalam Perjuangan Rakyat,”.

Ketua Umum PC PMII Gresik Faishol Ridho Abdillah menuturkan, ruang konferensi menjadi ajang merumuskan program dan evaluasi terhadap kinerja organisasi.

“Meski dalam situasi pandemi, tidak menjadi halangan bagi kelompok muda yang tergabung dalam PMII untuk tetap mengabdi kepada kepentingan rakyat luas,” ungkapnya dalam sambutan.

Selain itu, lanjut Faishol sapaan akrabnya, justru dalam situasi sulit seperti ini, komitmen PMII diuji dalam teori dan praktek nya.

“Baik dalam kerja-kerja advokasi maupun kerja-kerja organisasional,” tandasnya.

Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Gresik Musa dalam kesempatan yang sama menyebut PMII sebagi kolam pengetahuan bagi perbaikan kehidupan masyarakat dalam semua sektor.

“Kemajuan organisasi dan aktivisnya tidak bisa dilepaskan dari ilmu pengetahuan. Itu yang harus dikuasai oleh sahabat-sahabat dan adik-adik PMII, karena ditengah kemajuan IPTEK saat ini tak bisa dilepaskan penguasaan atas ilmu pengetahuan adalah hal yang niscaya,” tuturnya.

Sementara itu, ketua umum pertama PMII Gresik Mohammad Fahri Usman dalam sambutanya atas nama Ikatan Alumni PMII Gresik tak bisa menyembunyikan kegembiraannya lantaran organisasi mahasiswa yang dirintisnya kini telah melahirkan banyak tokoh di berbagai bidang.

“Saya sendiri tak menyangka PMII bisa sampai sebesar ini, dan pastinya kader-kader yang di Dewan, di Eksekutif dan sektor yang lain bisa melakukan transformasi sesuai bidangnya,” ungkapnya.

Wakil sekretaris PCNU Gresik Masruron Arfie yang mewakili PCNU menuturkan bila PMII adalah wadah Mahasiswa NU yang berperan menyemai paham ahlussunah wal jamaah di perguruan tinggi.

“Oleh karena itu dalan situasi Ghozwul Fikri seperti ini anak-anak PMII harus menjadi lokomotif terdepan mempertahankan Aswaja di Kampus,” pesannya.

Pewarta : Alam

Leave a reply