IPNU – IPPNU Komisariat MA NU Petung, Gresik Gelar Festival Layang-Layang

0
165

PANCENG | NUGres – Bermain layang-layang mungkin tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia bahkan dunia. Permainan tradisional yang sudah ribuan tahun dimainkan oleh berbagai kalangan ini memang mengasyikkan dan cukup terjangkau oleh semua masyarakat. Mulai dari bentuk yang sangat sederhana hingga layangan yang memiliki nilai artistik yang tinggi.

Nah, kali ini generasi muda NU, IPNU dan IPPNU Komisariat MA Nahdlotul Ulama, Desa Petung, Kecamatan Panceng, Gresik mengadakan Festival Layang-Layang dalam rangka memperingati HUT RI ke-75 yang ke-75 di area persawahan Desa Petung, Minggu (06/09/2020).

Selain dalam rangka HUT ke-74 RI, festival layang-layang ini juga bertujuan untuk memacu kreativitas warga dalam hal berlomba menuangkan ide-ide kreatifnya melalui model dan bentuk layang-layang yang indah.

“Tujuan kami mengadakan acara ini adalah untuk menggali kreativitas masyarakat untuk membuat layang-layang dengan berbagai model dan ukuran. Disamping untuk mengisi HUT RI yang ke-75,” ucap Lingga, salah satu panitia penyelenggara festival.

Dalam festival layang-layang ini, ratusan peserta baik dari warga Desa Petung maupun desa sekitar turut mengikuti dan meramaikan gelaran yang untuk kali pertama ini.

Kepala MA. NU, Askori di sela-sela persiapan panitia festival mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang murni diinisiasi kader-kader IPNU-IPPNU ini.

“Acara ini murni ide dan pemikiran anak-anak, kami sebagai kepala Madrasah hanya memberikan support dan apresiasi kepada mereka selama hal itu baik. Pesan saya, jangan berhenti untuk belajar dan berinovasi serta jaga nama almamater dengan baik. Satu lagi, jangan lupa untuk tetap memperhatikan protokol covid-19,” ungkapnya.

Meskipun cuaca sangat terik, antusias warga dari berbagai kalangan juga patut diapresiasi. Anak-anak, remaja, bahkan orang tua pun turut memeriahkan, namun tetap menerapkan protokol kesehatan, pemakaian masker, jaga jarak dan pulang pergi mencuci tangan. Sebab, para peserta festival mengaku sangat senang karya mereka bisa ditonton oleh banyak orang.

“Yang penting saya senang dan bisa berkreasi, bagi saya hadiah itu nomer sekiant” tutur salah satu peserta festival layang-layang.

Selanjutnya, masyarakat berharap, kedepan festival tersebut dipersiapkan lebih baik lagi terutama publikasi dan hadiahnya agar lebih seru. (Rifqi)

Leave a reply