HUMOR | NUGres – Dalam banyak pidato, ajakan untuk memanjatkan syukur sudah menjadi hal yang lazim. Tapi tidak bagi Presiden keempat RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kenapa begitu?.
Kisah ini disampaikan oleh Bu Nyai Shinta Nuriyah saat acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Minggir, Sleman, yang didirikan oleh Gus Muwafiq, pada Jumat, 7 Maret 2025.
“Bapak-Ibu masih ingat Gus Dur?” tanya Nyai Shinta.
Spontan hadirin menjawab serempak, “Masih…!”
Nyai Shinta tersenyum, menunggu sejenak, lalu melanjutkan, “Gus Dur itu tidak pernah bilang: Marilah kita panjatkan syukur… Kenapa?”
Hadirin mulai penasaran.
Dengan nada khas Gus Dur, Nyai Shinta menirukan, “Lha, buat apa syukur itu dipanjatkan? Buat apa?“.
Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, “Syukur kan bisa manjat sendiri.“.
Seketika, tawa pecah di seluruh ruangan. Tak terkecuali Gus Muwaffiq yang semula tampak duduk dengan khidmat di samping Bu Nyai Shinta, tertawa terkekeh mendengar guyonan ini.
“Jadi marilah kita haturkan puja dan syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta’la…” tutur Nyai Shinta.
Tayangan kisah humor Gus Dur ini juga dapat disimak di YouTube Gus Muwaffiq Channel
Editor: Chidir Amirullah